,

Prajurit TNI Perbaiki Jembatan yang Membuat Guru Terpaksa Gendong Siswa Menyeberang Sungai di Mamasa

by -300 Views
cek disini

News Mamasa — Prajurit TNI bersama warga setempat bergotong royong memperbaiki jembatan gantung yang rusak parah di Desa Botteng, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Kerusakan jembatan tersebut sebelumnya membuat warga, termasuk polisi dan para guru, terpaksa menggendong siswa saat menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah.

Polisi-Guru Gendong Siswa SD Nyeberang Sungai di Mamasa gegara Jembatan  Rusak
TNI Perbaiki Jembatan yang Membuat Guru Terpaksa Gendong Siswa Menyeberang Sungai di Mamasa

Jembatan yang merupakan akses vital bagi masyarakat itu mengalami kerusakan sejak beberapa pekan terakhir. Kondisinya yang memprihatinkan akhirnya viral di media sosial, memicu perhatian publik hingga menggerakkan TNI dan pemerintah setempat untuk turun tangan.

Akses Pendidikan Terganggu

Sebelumnya, para guru dan aparat kepolisian di wilayah tersebut terlihat membantu anak-anak sekolah menyeberangi sungai dengan cara digendong. Mereka terpaksa melakukan itu karena jembatan gantung yang biasa digunakan tidak lagi aman dilintasi.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran karena rutin dilalui puluhan siswa setiap hari. Selain rawan kecelakaan, aliran sungai dapat meluap jika hujan deras mengguyur wilayah pegunungan Mamasa.

“Kami khawatir anak-anak bisa terseret arus ketika musim hujan. Karena itu, perbaikan jembatan menjadi kebutuhan mendesak,” ujar salah seorang guru di Botteng.

Baca Juga : Jembatan di Rajang Pinrang Hanyut Terbawa Banjir, Siswa Batal ke Sekolah

TNI Turun Tangan: “Jembatan Ini Sangat Dibutuhkan”

Komandan Kodim 1428 Mamasa, Letkol Arh Edwin Hermawan, mengungkapkan bahwa perbaikan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari warga dan melihat langsung kondisi lapangan.

“Kami melaksanakan kegiatan perbaikan jembatan di Desa Botteng, kebetulan kami mendapat informasi bahwa keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan,” kata Edwin kepada wartawan, Sabtu (6/12/2025).

Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan wilayah permukiman dengan sekolah serta fasilitas umum lainnya.

Target Rampung Pekan Depan

Menurut Edwin, proses perbaikan kini sedang berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu pekan ke depan. Prajurit TNI bersama warga bekerja memperkuat struktur jembatan, mengganti beberapa komponen kayu yang lapuk, serta menambah pengaman tali baja.

“Semoga dalam waktu dekat jembatan ini sudah bisa digunakan kembali secara aman oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” ujarnya.

Pemerintah desa turut berpartisipasi dalam penyediaan material bangunan. Warga setempat pun antusias membantu, mengingat jembatan tersebut menjadi jalur utama untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Harapan Warga: Akses Aman untuk Anak-Anak

Warga Botteng menyampaikan apresiasi kepada TNI yang bergerak cepat memperbaiki jembatan. Mereka berharap ke depan pemerintah dapat membangun jembatan permanen yang lebih kuat dan tahan lama.

“Terima kasih kepada TNI. Kami berharap pembangunan jembatan permanen bisa masuk program pemerintah, supaya tidak rusak lagi setiap musim hujan,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Dengan perbaikan yang sedang berjalan, warga berharap aktivitas pendidikan di Desa Botteng kembali normal dan anak-anak dapat bersekolah tanpa harus mempertaruhkan keselamatan.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.