News Mamasa – Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, sempat terganggu oleh momen tak terduga: Bendera Merah Putih hampir dikibarkan dalam posisi terbalik. Kejadian itu langsung viral dan mengundang perhatian luas warganet.

Momen Viral yang Mengejutkan
Baca Juga : Erick Thohir Tegaskan Tidak Ada Masalah Timnas Pakai Lagu Kebangsaan
Video singkat menunjukkan detik-detik ketika bendera diikat dengan posisi warna putih berada di atas dan merah di bawah—konfigurasi yang keliru dan memicu kehebohan di media sosial. Beruntung, insiden ini segera diperbaiki sebelum bendera benar-benar dikibarkan.
Permintaan Maaf Presiden Panitia
Selaku ketua panitia peringatan HUT RI di Mamasa, Welem menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Mamasa dan seluruh bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut murni karena kesalahan teknis saat pengikatan bendera oleh petugas pengibar, bukan karena kekurangan persiapan.
Evaluasi dan Langkah Perbaikan
Welem menyebut bahwa pelatihan paskibra telah dilaksanakan selama dua minggu oleh TNI dan Polri. Namun, ia mengakui bahwa rasa gugup pengibar turut berkontribusi terhadap insiden tersebut. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terulang.
Upaya Penanganan di Lapangan
Setelah menyadari kesalahan, ketua panitia tak berada di tempat semata. Ia langsung turun ke lapangan untuk membantu memperbaiki posisi bendera. Bersama petugas protokol dan pelatih paskibra, mereka memastikan bendera akhirnya dikibarkan dengan benar dan upacara tetap berjalan khidmat hingga selesai.
Makna Insiden dan Tanggapan Publik
Momen ini menjadi pelajaran penting. Welem menyebut bahwa insiden ini bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan momentum evaluasi demi perbaikan ke depannya. Sementara itu, beberapa warganet mengekspresikan simpati—memahami tekanan paskibra yang bertugas di momen nasional yang sakral.
Kesimpulan
Meskipun sempat tercoreng oleh insiden teknis, upacara HUT ke-80 RI di Mamasa tetap dilanjutkan dengan khidmat. Permintaan maaf ketua panitia dan penyelesaian cepat mencerminkan tanggung jawab dan profesionalisme. Semoga evaluasi yang dijalankan secara serius bisa mencegah tragedi simbolik seperti ini di masa depan.










